ABOUT ALIENDA SOPHIA

Manda (Mama Alienda) adalah seorang Mama dari 3 orang anak, 2 putri cantik dan seorang putra tampan. Putri pertama, Nayyara lahir tahun 2015, dan Mysha lahir tahun 2017, lalu El yang lahir di 2025. Manda lulusan desain interior yang saat ini fokus bekerja dari dalam rumah. Manda kini menikmati kesehariannya, setelah sebelumnya memutuskan berhenti bekerja di ranah publik saat lahir Nayyara di tahun 2015.  Pemilik golongan darah langka (O rhesus negatif-) ini, sangat menyukai hal-hal yang indah dipandang. Kenal lebih dekat si pembelajar visual yang selalu bersemangat menceritakan gempita warna warni yang terekam dalam kepalanya.
Read More
Categories

Hai hai TemaNda!

Ternyata perjalanan menyekolahkan anak memang jadi perjalanan belajar bagi orang tuanya juga.

Ketika pertama kali memutuskan menyekolahkan Nayyara di Sekolah Murid Merdeka (SMM), Manda sepertinya gak pernah ngebayangin akan menemani perjalanan ini sampai hampir tujuh tahun. Berawal dari masa pandemi, ketika kegiatan belajar di sekolah konvensional berubah menjadi pembelajaran jarak jauh, sampai sekarang Nayyara sudah semakin besar dan bersiap melanjutkan ke jenjang berikutnya.

Nayyara sebenarnya sudah bergabung dengan SMM sejak TK B. Jadi, kalau dihitung dari awal perjalanan itu, tahun ini sudah memasuki tahun keenam menuju ketujuh bersama SMM.

Banyak hal yang berubah selama perjalanan tersebut. Bukan hanya soal metode belajar dan perkembangan anak, tetapi juga cara Manda memandang pendidikan, nilai, prestasi, serta peran orang tua dalam mendampingi proses belajar.

Hai hai TemaNda!

Ada masa ketika radio menjadi salah satu benda yang wajib ada di kamar Manda. Bukan sekadar pajangan atau alat elektronik yang sesekali dinyalakan, tetapi teman yang hampir selalu menemani aktivitas sehari-hari.

Sejak masih duduk di bangku SD sampai SMA, Manda punya kebiasaan mendengarkan radio. Bahkan, rasanya ada yang kurang kalau kamar terlalu sepi tanpa suara penyiar atau lagu yang mengalun dari radio.

Kadang sambil belajar, membaca buku, atau sekadar ngelamun rebahan. Radio terus menyala dan menemani apa pun yang sedang Manda lakukan.

Dannn, karena Manda beberapa kali berpindah kota, radio favoritnya pun ikut berganti. Setiap kota seperti punya cerita dan kenangan audionya sendiri.

Kalau sekarang diinget-inget lagi, ternyata perjalanan hidup Manda juga ada timeline yang bisa ditelusuri lewat stasiun radio yang pernah menjadi teman sehari-hari. 

 Hai hai TemaNda!

Pernah gak, kita sedang melakukan sesuatu seperti biasa, lalu tiba-tiba muncul sebuah pikiran yang sebenarnya gak ingin kita pikirkan?

Misalnya, sedang menemani anak bermain, tetapi mendadak teringat pekerjaan yang belum selesai. Sedang menikmati waktu santai, tiba-tiba terbayang kemungkinan buruk tentang masa depan. Atau ketika semuanya terasa baik-baik saja, mendadak muncul pikiran yang membuat hati gak nyaman.

Anehnya, pikiran itu kadang datang begitu saja. Gak perlu ada pemicu yang jelas. Bahkan ketika kita sudah berusaha mengalihkan perhatian, beberapa pikiran justru kembali muncul berulang kali.

Manda pernah merasa seperti sedang berdebat dengan isi kepala sendiri. Ada pikiran yang datang, kemudian langsung coba Manda bantah. Ada juga yang membuat Manda penasaran, sampai akhirnya bertanya-tanya kenapa hal seperti itu bisa terlintas.

Lama-lama Manda menyadari satu hal. Tidak semua pikiran yang muncul harus dipercaya. Sebab, apa yang terlintas di kepala belum tentu menggambarkan kenyataan. Pikiran juga bukan selalu sesuatu yang mencerminkan keinginan, niat, atau siapa diri kita sebenarnya. 

Hai hai TemaNda!

Pernah gak sih, kita memilih laptop bukan cuma karena spesifikasinya bagus, tetapi juga mempertimbangkan daya tahan, desain, sampai layanan purnajualnya? Apalagi buat kita yang sehari-hari berkutat dengan pekerjaan, membuat konten, mengurus keluarga, dan berbagai aktivitas lainnya. Rasanya sayang banget kalau laptop yang menjadi andalan justru merepotkan saat dibutuhkan.

Nah, Kamis, 22 Oktober 2026 lalu, Manda berkesempatan menghadiri acara ASUS No.1 Quality & Service Media Gathering Bandung 2026 yang berlangsung di Ballroom 1 Hilton Hotel Bandung. Dalam acara ini, ASUS memperkenalkan berbagai rekomendasi laptop terbaik 2026 dengan keunggulan yang gak hanya berfokus pada performa, tetapi juga ketahanan, desain, teknologi AI, dan layanan purnajual.

Menariknya, ada banyak hal yang bisa kita eksplorasi di acara ini. Mulai dari menyaksikan langsung pengujian ketahanan laptop, mengenal pilihan warna yang lebih personal, sampai melihat bagaimana kecerdasan buatan bisa membantu pekerjaan kreatif.

Buat Manda yang sehari-hari menjalani aktivitas sebagai lifestyle blogger dan content creator, perkembangan teknologi seperti ini tentu menarik banget untuk disimak. Yuk, kita kenalan lebih jauh dengan inovasi terbaru ASUS!

Hai hai TemaNda!

Menjadi seorang perempuan yang sudah berkeluarga rasanya selalu punya banyak hal untuk dipikirkan. Mulai dari kebutuhan anak, urusan rumah, kondisi keuangan, sampai berbagai rencana yang ingin diwujudkan. Kadang, sebelum sempat memikirkan kebutuhan diri sendiri, kita sudah lebih dulu sibuk memastikan semuanya berjalan dengan baik.

Manda percaya, setiap perempuan punya cerita dan tantangannya masing masing. Ada yang menjalani rutinitas sebagai pekerja kantoran, ada yang bekerja dari rumah, ada pula yang mengurus keluarga sambil tetap berusaha mengembangkan potensi dirinya.

Apa pun bentuk kesehariannya, satu hal yang sering terlupakan adalah kebutuhan untuk beristirahat secara mental. Kita bisa saja terlihat baik baik saja dari luar, padahal ada banyak hal yang diam diam memenuhi pikiran.

Bicara soal kiamat sampah. TemaNda, masih ingat cerita tentang TPA Sarimukti yang mulai kelebihan kapasitas dan membatasi penerimaan sampah? Ketika tempat pembuangan akhir mulai kewalahan, sampah pun ikut menumpuk di berbagai penjuru Kota Bandung. Dari sini kita belajar satu hal sederhana, lahan sebesar apa pun pada akhirnya tidak akan sanggup menampung jutaan sampah yang terus diproduksi setiap hari kalau semuanya hanya berakhir di tempat pembuangan. 

Tapi bagaimana kalau ancaman kiamat sampah itu justru bisa kita hadapi dengan cara yang berbeda? Bukan sekadar mengurangi sampah, tetapi mengubahnya menjadi sesuatu yang punya nilai dan manfaat. Bahkan, dari persoalan sampah kita bisa bergerak menuju cita-cita Kota Bintang Lima Harga Kaki Lima, sebuah gagasan yang terasa menarik tentang kota yang bersih, nyaman, produktif, tetapi tetap terjangkau bagi masyarakat.

Jejak menuju gagasan itulah yang Manda temukan saat mengikuti pemaparan Bank Sampah Induk Bersinar di Spoonful Room Inc D'Botanica Mall, 9 September 2025 lalu . Dengan berbagai program dan arah pengembangan yang terus berjalan secara konsisten, gerakan Bank Sampah Induk Bersinar ini sudah dimulai sejak 27 September 2014 oleh Fifie Rahardja. Lebih dari sekadar tempat mengumpulkan sampah, Bank Sampah Induk Bersinar menunjukkan bahwa ketika sampah dipandang sebagai sumber daya, persoalan yang selama ini dianggap merepotkan ternyata bisa membuka peluang baru.

Hai hai TemaNda!

Rabu lalu, Manda berkesempatan datang ke sebuah acara yang digelar Bank Sampah Induk Bersinar di Spoonful Rooms Inc D'Botanica Mall Bandung. Awalnya Manda pikir acaranya hanya akan berkutat di soal memilah sampah dan pengelolaan bank sampah. Ternyata lebih dari itu. Di sana Manda bertemu dengan karyawan, pengelola mall, beberapa praktisi lingkungan, sampai para pengusaha yang sedang mencoba membuat sesuatu yang lebih jauh dari sekadar mengumpulkan sampah.

Salah satu yang menarik perhatian Manda adalah pertemuan dengan Kak Devina, Bandung Market Development Director dari PT Norita Flexindo.

Dari obrolan tersebut, Manda baru tahu bahwa ada teknologi yang memungkinkan sampah plastik multimaterial, termasuk sampah seperti bungkus kopi dan vacuum bag, diolah kembali menjadi pellet plastik.

Buat yang awam seperti Manda, pellet mungkin terdengar seperti benda asing atau malah mengingatkan dengan nama makanan ikan. Padahal pellet yang dimaksud adalah digunakan untuk menggambarkan bahan organik atau material yang dipadatkan menjadi bentuk butiran kecil silinder. Dan dari pellet inilah berbagai produk plastik baru bisa dibuat. 

Jadi alurnya bukan sekadar sampah dikumpulkan, lalu selesai. Akan tetapi sampah tersebut masuk lagi ke proses produksi. Dan yang lebih menarik lagi, dari pellet tersebut ternyata sudah menghasilkan sample helm. Wow, helm dari sampah, itu sesuatu banget sih menurut Manda.

Selengkapnya kalian bisa baca di sini : https://www.noritaflexindo.net/ulangi-lagi

© Alienda Sophia · THEME BY WATDESIGNEXPRESS